Kamis, 03 Desember 2009

Client-Server Model

Model Client-Server tidak lepas dari sistem terdistribusi
• Sistem Terdistribusi:
  "A system in which hardware or software components located at networked            computers communicate and coordinate their actions only by message passing."      [Coulouris]
• Dalam SisTer komputer-komputer yang saling terhubung, tidak terlihat secara        fisik (=transparan)

Distribusi Fungsi
Dengan pembagian fungsi untuk tiap komponen dalam sistem client server, berikut manfaat yang ada :
– Berbagi resource
– Berbagi beban kerja
– Tidak membedakan platform
– Meningkatkan efisiensi

Software Layer
Arsitektur Software
– Lapisan atau modul dalam sebuah komputer tunggal
– Mendefinisikan layanan yang ditawarkan atau diminta antar proses pada satu atau berbeda komputer
– Ide dasarnya membagi sistem yang komplek dalam struktur lapisan dan layanan.
  • Antar layer mendefinisikan anta muka

Pengertian Client-Server

Client/Server dapat diartikan sebagai kemampuan komputer untuk meminta layanan request data kepada komputer lain.
- Setiap instance dari komputer yang meminta layanan disebut sebagai client,sedangkan setiap instance yang menyediakan layanan disebut sebagai server.
- Data yang diminta oleh client dapat diambil dari database pada sisi server yang  sering disebut database server, seperi misalnya MySQL, PostgreSQL, Oracle, atau  SQL Server.

Client-Server Characteristics
- Client dan Server merupakan item proses (logika) terpisah yang bekerja sama pada suatu jaringan komputer untuk mengerjakan suatu tugas:
- Service : Menyediakan layanan terpisah yang berbeda
- Shared resource : Server dapat melayani beberapa client pada saat yang sama     dan mengatur pengaksesan resource
- Asymmetrical Protocol : antara client dan server merupakan hubungan                one-to-many. Client memulai komunikasi dengan mengirim request ke server. Server menunggu permintaan dari client. Kondisi tersebut juga memungkinkan komunikasi callback.

Transparency Location : proses server dapat ditempatkan pada mesin yang sama atau terpisah dengan proses client. Client/server akan menyembunyikan lokasi server dari client.
Mix-and-match : tidak tergantung pada platform
Message-based-exchange : antara client dan server berkomunikasi dengan mekanisme pertukaran message.
Encapsulation of service : message memberitahu server apa yang akan dikerjakan
Scalability : sistem C/S dapat dimekarkan baik vertikal maupun horisontal
Integrity : kode dan data server diatur secara terpusat, sedangkan pada client tetap pada komputer tersendiri
• Characteristics of a client
– Initiates requests
– Waits for and receives replies
– Usually connects to a small number of servers at one time
– Typically interacts directly with end-users using a graphical user interface
Characteristics of a server
– Passive (slave)
– Waits for requests from clients
– Upon receipt of requests, processes them and then serves replies
– Usually accepts connections from a large number of clients
– Typically does not interact directly with end-users

Advantages
• Client-server mampu menciptakan aturan dan kewajiban komputasi secara terdistribusi.
• Mudah dalam maintenance. Memungkinkan untuk mengganti, memperbaiki server tanpa mengganggu client.
• Semua data disimpan di server Server dapat mengkontrol akses terhadap resources, hanya yang memiliki autorisasi saja.
• Tempat penyimpanan terpusat, update data mudah. Pada peer-to-peer, update data sulit
• Mendukung banyak clients berbeda dan kemampuan yang berbeda pula.

Disadvantages
• Traffic congestion on the network, jika banyak client mengakses ke server secara simultan, maka server akan overload
   – Berbeda dengan P2P network, dimana bandwidthnya meningkat jika banyak   client merequest. Karena bandwidth berasal dari semua komputer yang terkoneksi kepadanya.
• Pada client-server, ada kemungkinan server fail.
   – Pada P2P networks, resources biasanya didistribusikan ke beberapa node sehingga masih ada node yang dapat meresponse request.

KONSEP DASAR WEB
• Protocol yang digunakan: HTTP (port 80)
• Bahasa Web: HTML URI (Uniform Resource Identifier)
• Uniform Resource Identifier (URI) adalah kumpulan karakter dalam sintaks tertentu yang mengidentifikasi sebuah resource.
– Resource bisa merupakan file di server tapi juga bisa merupakan email address,    berita, buku, host internet, dan lainlain.
• Sintaks : scheme:scheme-specific-part
– scheme bisa berupa : data, file, http, ftp, gopher, mailto, news,
   telnet.
– scheme-specific-part bisa berupa : //authority/path?query
• Contoh : http://www.ukdw.ac.id/index.php?a=1&b=2

URI
URN (Uniform Resource Name)
• Tujuan URN adalah menghandle resource yang dimirror pada banyak tempat yang berbeda atau telah dipindah dari satu tempat ke tempat lain. URN mengidentifikasi resource itu sendiri, bukan tempat resourcenya. Jika terdapat sebuah URN, sebuah program FTP harus mengambil filenya dari mirror terdekat.
• Sebuah URN memiliki format sebagai berikut urn:namespace:resource_name.
• Sebuah namespace adalah nama dari koleksi dari resource. Sebuah resource_name adalah nama dari resource dari sebuah koleksi.
• Contohnya, URN dari urn:ISBN:1565924851 mengindentifikasikan sebuah dalam ISBN dengan identifikasi 1565924851. Dan mengacu pada sebuah buku misalnya bernama : Java Network Programming. Masing-masing sintaks tergantung pada resource_name.ISBN namespace terdiri dari 10 atau 13 karakter, semuanya adalah digit— dengan sebuah aturan bahawa karakter terakhir berupa huruf : X
(baik huruf besar / kecil).

MIME
• Multipurpose Internet Mail Extensions, RFC 2045.
• MIME adalah standar untuk mengirim multipart, multimedia data melalui email di Internet. Data bisa berupa data biner, ASCII atau bukan ASCII. MIME digunakan untuk mendeskripsikan isi file sehingga software client dapat mengetahui perbedaan antara data.
• Contoh : text/html, text/css, image/gif, video/mpeg, application/zip.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar